Local SEO Roundup – Experts Share Their Favourite Local SEO Tips

Local SEO Roundup – Experts Share Their Favourite Local SEO Tips - An Infographic from Pickaweb Blog

Embedded from Pickaweb Blog

If you run a local business you don’t need me to tell you that it’s competitive out there.

You’ve got enough on your plate keeping your customers happy without having to worry about SEO.

But if you thought that developing a long term SEO strategy was going to be expensive and time consuming then relax. We’ve pulled together the brightest minds in Local SEO to give you their best, proven strategies for Local SEO success so you can hit the deck running and save a ton of time and money and get a top ranking.

We’ve also created this beautiful, step by step graphic to keep you focused so you have the exact steps to dominate your local rankings.

Below you’ll find each expert’s best tips for Local SEO Success. Use the quick links below to go to the area that interests you most or make yourself comfortable, grab a cup of your favourite beverage and get ready to learn how to be the number one business in town!
Source : https://www.pickaweb.co.uk/blog/local-seo-expert-roundup/

 If you’re experimenting with local SEO keyword ideas, and want some assurance that they’re worth pursuing, you can get both inspiration and affirmation by searching for local competitor PPC ads.

Using a platform such as SEMrush, do a Keyword Analytics search that includes a target keyword plus a geo term, such as “pizza 19102” or “pizza Anytown”.

You can then leverage data such as keyword volume, CPC, related keywords and other factors to get new ideas while also focusing your efforts where they will have the most impact.

Backlinks are still one of Google’s major ranking factors. So even for ranking locally, you need backlinks from other websites.

And the best way to find new backlink opportunities for your website is to check the backlinks of sites that already rank on the first page of Google for your desired search phrases.

You can use Ahrefs.com to put a website of your competitor and see where his backlinks are coming from. Then just try to get the same backlinks for your own site.


Our favorite local SEO tactic is so important to us that we’ve started an agency for it. Our philosophy is that local SEO should start at the grassroots level.

Find your local customers where they are – at the 5K, on the baseball field, at the farmers’ market or social networking event.

Community-oriented partnerships can result in everything from PR mentions to links and branding reach. Yes, you should be in Yelp and have a Google Places page (if you’re brick and mortar), but real local SEO and branding begins with being a neighbor.


My favorite local seo strategy is on page optimization. Most local websites, unfortunately, are terribly unoptimized. Just look at your favorite restaurant’s website, and often it will look like it was straight out of 2006.

Optimizing the website isn’t just good for local SEO but SEO in general and also user experience, so it can increase conversions AND traffic.

If you’re unsure on how to optimize your site, there are a ton of online graders such as hubspot’shttps://website.grader.com/. I think this should be the first thing anyone does at the start of their SEO optimization campaign.

Istilah-istilah singkat yang biasa dipakai dalam process export dan import

Shipper : Shipper adalah Exporteer atau si Pengirim barang. Nama dan alamat lengkap Shipper harus tertulis jelas didalam dokumen2 seperti : Bill Of Lading, Packing List, Commercial Invoice, COO, PEB (Pemberitahuan Export Barang), PIB (Pemberitahuan Import Barang ketika Importir mengurus proses pengeluaran barang dari Pelabuhan).

Consignee : Consignee adalah Importeer atau si Penerima barang. Nama dan alamat lengkap Consignee harus tertulis jelas didalam dokumen2 seperti : Bill Of Lading, Packing List, Commercial Invoice, COO, PEB (Pemberitahuan Export Barang), PIB (Pemberitahuan Import Barang ketika Importir mengurus proses pengeluaran barang dari Pelabuhan).

Notify Party : Notify Party adalah pihak kedua setelah Consignee yang berhak untuk di beritahu tentang adanya suatu pengiriman dan penerimaan barang export / import. Dalam prakteknya, Nama dan Alamat Notify Party ini sama dengan nama dan Alamat Consignee. Tetapi ini semua tergantung dari perjanjian awal antara pihak Shipper dan Importeer. Nama dan alamat lengkap Notify Party harus tertulis jelas didalam dokumen2 seperti : Bill Of Lading, Packing List, Commercial Invoice, COO. Atau jika Notify Part sama dengan Consignee maka cukup ditulis SAME AS CONSIGNEE.

Shipping Mark & Number : Shipping Marks & Number adalah jumlah carton dan tanda pengiriman yang tercantum di kemasan barang. Data Shipping Marks & Number ini tercantum didalam Packing List dan Bill Of Lading.

Description of Goods : Adalah perincian barang. Description of Goods ini terdapat didalam Packing List (Lengkap) dan Bill Of Lading. Hanya saja penulisan data Description of Goods pada Bill Of Lading lebih sederhana atau hanya garis besarnya saja. Misalnya, didalam Packing List tertulis 2 drum minyak tanah, 5 jerigen bensin, 10 kalen g oli bekas. Maka pada Bill Of Lading cukup ditulis 17 Packages (total kemasan) of minyak tanah, bensin and oli bekas.

G.W. : G.W. adalah singkatan dari Gross Weight. Yaitu berat kotor dari berat kemasan dan berat barang itu sendiri. Contoh berat barang itu 2 Kgs dan berat kemasannya 0.5 Kgs maka G.W. : 2.5 Kgs

N.W. : N.W. adalah singkatan dari Net Weight / berat bersih yaitu berat barang sebelum di kemas.

LCL : Less than Container Loaded yaitu jenis pengiriman barang tanpa menggunakan container dengan kata lain parsial. Jika kita menggunakan jenis pengiriman LCL, maka barang yang kita kirim itu ditujukan ke Gudang penumpukan dari shipping agent. Lalu dari pihak Gudang tersebut akan mengumpulkan barang2 kiriman LCL lain hingga memenuhi quota untuk di loading / di muat ke dalam container.

FCL : Full Container Loaded yaitu jenis pengiriman barang dengan menggunakan container. Walaupun quantity barang tersebut lebih pantas dengan mode LCL, tetapi jika shipper mengirimkan barangnya dengan menggunakan container maka jenis pengiriman ini disebut dengan FCL. Pengiriman barang dengan mode FCL maka kita harus mendatangkan container ke Gudang kita untuk process stuffing (proses pemuatan barang). Setelah stuffing selesai, container itu kita segel dan kita kirimkan ke Tempat Penumpukan Peti Kemas di pelabuhan. Proses bagaimana cara mendatangkan container ke gudang kita akan di jelaskan pada bab yang lain.

CFS : Container Freight Station yaitu mode pengiriman dari Gudang LCL Negara asal sampai ke Gudang LCL Negara tujuan. CFS-CFS menandakan bahwa mode pengiriman barang tersebut dengan cara LCL.

CY : Container Yard yaitu mode pengiriman dari Tempat Penumpukan Peti Kemas Negara asal sampai ke Tempat Penumpukan Peti Kemas Negara tujuan. CY-CY menandakan mode pengiriman barang tersebut secara FCL.

Vessel : Kapal

Feeder Vessel : Kapal pengangkut container dengan kapasitas kecil yang mengangkut container dari pelabuhan muat menuju pelabuhan transit untuk di pindah ke Mother Vessel. Contoh : dari Tg. Priok menuju ke Singapore atau Hongkong….dsb

Mother Vessel : Kapal pengangkut dengan kapasitas besar yang mengangkut container dari pelabuhan transit menuju pelabuhan tujuan.Catatan : Jika pengiriman barang dari pelabuhan muat (misalnya : Tg. Priok, Jakarta ) menuju pelabuhan bongkar (misalnya : Busan, Korea) dengan menggunakan 1 Kapal saja maka tidak ada istilah Feeder Vessel dan Mother Vessel. Istilah Feeder Vessel dan Mother Vessel jika pengiriman barang dari pelabuhan muat ke pelabuhan bongkar tersebut menggalami pergantian kapal. Misalnya : Pelabuhan muat Tg. Priok dan Pelabuhan bongkarnya Los Angeles, California. Sementara route pengiriman itu melalui Jakarta – Singapore menggunakan Kapal YM Glory dan Singapore – Los Angeles, CA mengunakan Kapal Hanjin Sao Paulo. Maka Feeder Vessel nya adalah YM Glory dan Mother Vesselnya adalah Hanjin Sao Paulo.

Voyage : Nomor Keberangkatan Kapal yang biasa disingkat dengan V. atau Voy.. Nomor keberangkatan harus selalu ada dibelakang nama Kapal. Contoh : YM Glory V. 23 artinya Nama Kapal YM Glory dengan nomor keberangkatan kapal (Voyage) 23.

ETD : Estimation Time of Departure adalah perkiraan waktu keberangkatan Kapal.

ETA : Estimation Time of Arrival adalah perkiraan waktu kedatangan Kapal

Bill Of Lading : atau biasa di singkat dengan B/L, arti sederhananya adalah Konosemen atau bukti pengiriman barang dan pengambilan barang. Form Bill Of Lading itu sendiri harus sudah mendapatkan legalitas dari dunia International sebagai alat / bukti pengiriman dan pengambilan barang export / import. Didalam Bill of Lading memuat data2 Shipper, Consignee, Notify Party, Vessel & Voy. No., Shipping Marks & Numbers, Description of Goods, GW, NW, Measurement, POD, POL, Destination

P.O.L : Port Of Loading = Pelabuhan Muat

P.O.D : Port Of Discharge = Pelabuhan Bongkar

Packing List : Daftar Rincian barang secara mendetail yang berisikan nama Shipper, Consignee, Notify Party, Nama Vessel & Voy, Dimensi Barang, Gross Weight dan Net Weight per Item barang maupun total keseluruhan, Jumlah barang.

Commercial Invoice : Daftar rincian barang mendetail yang berisikan nama Shipper, Consignee, Notify Party, Nama Vessel & Voy, Nilai Invoice per Item barang maupun total keseluruhan, Jumlah barang.

F.O.B : Free On Board. Metode Pembayaran di pelabuhan bongkar baik itu Harga Barang (Nilai Commercial Invoice), Asuransi (Insurrance) dan Biaya Pengiriman (Freight).

C.I.F : Cost Insurrance & Freight. Metode Pembayaran di Pelabuhan Muat. Artinya, sebelum melakukan pengiriman barang tersebut sudah di lunasi oleh Consignee. Dan biaya asuransi maupun ongkos kirim sudah di bayar oleh Shipper di Pelabuhan Muat.

C.&.F : Cost & Freight. Metode Pembayaran yg tidak jauh berbeda dengan C.I.F, tetapi dalam kasus C & F, pihak Shipper tidak membayar asuransi / tidak mengasuransi kan barang tersebut.

Shipping Schedule : Jadwal Pengapalan. Jadwal ini diterbitkan oleh pihak Shipping Agent. Berisi mengenai ETD Vessel, ETA Vessel di pelabuhan bongkar, mode pengiriman (Cepat atau Lambat), Rute Kapal dan Pelabuhan Transit dan Nama Kapal Pengganti (Jika memang service pengiriman-nya harus menggunakan lebih dari 1 kapal).

Closing Time : Tenggat waktu normal yang di perbolehkan bagi cargo / barang yang masuk ke tempat penimbunan sementara seperti gudang CFS atau UTPK (Unit Tempat Penumpukan Peti Kemas).
Catatan : Tiap-tiap Shipping Schedule selalu mencantumkan tanggal dan waktu closing time. Dan jika cargo masuk ke tempat penimbunan sementara itu melewati dari waktu Closing Time yang telah ditetapkan maka pihak shipper akan dikenakan sanksi / denda.

P.E. : Persetujuan Export. Lembar Persetujuan Export ini bisa diperoleh dan di print sendiri oleh pihak Shipper / EMKL yang memiliki system online (E.D.I = Electronic Data Interchange) setelah pengajuan dokumen2 Export seperti Packing List, Commercial Invoice & PEB di setujui oleh pihak Bea dan Cukai.

P.E.B : Pemberitahuan Export Barang. Pengisian form Pemberitahuan Export Barang di ajukan dengan system online melalui system EDI. Jika pemeriksaan PEB di setujui, maka akan keluar P.E. Adapun data-data yang diisikan saat pengajuan pengisian form PEB adalah semua data-data yang ada di Packing List & Commercial Invoice seperti

EDI Sistem : Kehadiran Electronic Data Interchange (EDI) telah menjadi salah satu solusi untuk membuat efisienan dalam transaksi bisnis di Internet dan sekaligus memberikan jaminan keamanan dalam bertransaksi tersebut. EDI adalah pertukaran data komputer antar aplikasi melintasi batas-batas organisasi, sehingga intervensi manusia atau interpretasi atas data tersebut oleh manusia [RITCHIE 94] dapat ditekan seminimum mungkin. Akibatnya data dalam EDI tentunya harus dalam format terstruktur yang bisa dipahami oleh masing-masing komputer. Salah satu aplikasi penggunaan EDI dalam membantu sistem infrormasi seperti yang dilakukan oleh pemerintah.Dalam jangka panjang, usaha pemerintah untuk meningkatkan cadangan devisa harus didukung oleh kegiatan ekspor. Oleh karena itu, kegiatan ekspor harus digalakkan. Berkaitan dengan hal tersebut, maka pelabuhan, khususnya jasa pelayanan kepabeanan yang berada di pelabuhan, memegang peranan penting untuk menjamin kelancaran arus barang. Sebagai salah satu usaha untuk memperlancar arus barang di pelabuhan diterapkan sistem Electronic Data Interchange ( EDI)

BC 1.1 : Dokumen yang memuat kedatangan kapal. Biasanya diajukan ke bea cukai 2-3 hari sebelum kedatangan kapal.(Inward cargo manifest submitted by shipping line to Customs which inform that there will be vessel arrival.)

BC 1.2 : Dokumen Angkut Lanjut.
(Document made to release import cargo from one Customs area for bonded transport to the next custom area for process of clearance.)

BC 2.0 : Pemberitahuan Import Barang.
(Notice to the Customs of import cargo details .)

BC 2.1 : Pemberitahuan Import Barang Tertentu.
(Notice to the Customs of sea and air express import cargo such as arrival of courier items.)

BC 2.3 : Dokumen Angkut Lanjut (dalam Kawasan Berikat).
(Bonded transport to a bonded storage, similar to BC1.2 but only for the companies operating a bonded storage area.)

BC 3.0 : Pemberitahuan Export Barang.
( Notice to the Customs of export details.)

Bahandle : Cek fisik oleh kepabeanan untuk komoditas impor.
( Phisic check by Customs of imported commodity.)

BCF 1.5 : Dokumen yg digunakan utk pemindahan kargo untuk OB (over brengen)
(A document for processing cargo removed to OB.)

OB (Over brengen) : Pemindahan secara paksa terhadap barang impor karena gagal melakukan
proses kepabeanan tepat waktu.
( Forcible removal of the import cargo for failing timely clearance.)

Certificate of Insurance : Sertifikat Asuransi.
(Certificate of import cargo insurance.)

EDI : Transmisi data terstruktur antara organisasi dengan cara elektronik.
( Electronic Data Interchange.)

FIAT : Proses untuk ttd dokumen impor.
( Process for signing the release paper for cleared goods.)

LHP : Laporan Hasil Pemeriksaan.
(Inspection report after the physic check.)

PENDOC: Penerimaan Dokumen.
( The custom department for receiving the import clearance applications.)

PFPD : Pejabat Fungsional Pemeriksa Dokumen.
(The custom department checking import clearance applications in Pendoc.)

PIB : Pemberitahuan Impor Barang.
( Import cargo details including HS number and this works as the import duty calculation base.)

PNBP : Penerimaan Negara Bukan Pajak.
(Non tax state levies.)

POSTEL : Pos & Telekomunikasi.
(Import permit for certain electronic goods.)

PPH : Pajak Pertambahan Hasil.
(Withholding Tax.)

PPN : Pajak Pertambahan Nilai.
( Value Added Tax.)

SKB : Surat Keterangan Bebas (PPH / PPN).
(VAT and Withholding Tax exemption certificate.)

SPJK (M, H) : Surat Persetujuan Jalur Kuning (Merah , Hijau).
(Yellow (Red, Green) channel order.)
SPJM : Surat Pemberitahuan Jalur Merah

SPPB : Surat Persetujuan Pengeluaran Barang.
(Cargo exit order.)

SSPCP : Surat Setoran Pabean, Cukai, dan Pajak.
(Duty payment order.)

TPS : Tempat Penimbunan Sementara.
(A temporary warehouse for import cargo.)

Warehouse AIRIN : Gudang sementara di Jakarta.
(Name of a temporarary warehouse in Jakarta.)

Surat Tugas : duty assignment for clearing personnel.
(duty assignment for clearing personnel.)

Surat Kuasa : power of attorney for handling the custom clearance.
EMKL : Ekspedisi Muatan Kapal Laut

Daftar Pengusaha India

Maple Exim Company
Contact Person : Mr. Rakesh Rawat
Alamat : B-68, 2nd Floor, Sector-64 Noida-201301 U.P.Tlp/Fax : 091-120-4549160, 61/091-120-4549159; H.P. : 091-9718069659 E-mail : rakesh_maple@gmail.com Produk yang dibutuhkan : Food
Product & Cocoa

M/s Leena Industries
Contact Person : Mr. Kamal Jeswani Alamat : Plot No. 82, Sector 1, Industrial Area, Govindpura-BhopalTlp/Fax : 091-755-2601004/H.P. : 091-9827226732
E-mail : leena_indus@yahoo.com
Produk yang dibutuhkan : Food

M/s S.P. Star Polyester
Contact Person : Mr. Ashok Alamat : 2, Lake View Apt, 1st Floor, Behind Ashish Cinema, Chamnber, Mumbai-400074 H.P. : 091-9322224232
E-mail : ashokachhani@yahoo.com Produk yang dibutuhkan : Importer
& Exporter Polyester Film, BOPP
Film & Metalised Film

M/s Metro Metal Industries
Contact Person : Mr. Yonus Khan Alamat : E-31/4 Near Wackhardt R & D Centre, MIDC, Chikaltana, Aurangabad-431210 (MS) Tlp/Fax : 091-240-2484055, 2474077/091-240-2472955/H.P. : 091-9850195055 E-mail : info@metrometal.in; Website : www.metrometal.in Produk yang dibutuhkan : Mfg of
Hospital Furniture, Educational
Furniture, Office Furniture

M/s Arco Enterprises
Contact Person : Mr. Ajit
Alamat : 822, Maker Chamnebrs V, Nariman Point, Mumbai-400021 Tlp/Fax : 091-22-22851449/091-22-, 22851448/H.P. : 091-9820029051 E-mail : ajitramchandani@yahoo.com Produk yang dibutuhkan : Furniture Fort Rudra Contact Person : Mr. Sudhir Lolayekar Alamat : 201, Homeland, Lokhandwala Complex, Andheri (W), Mumbai-400053 Tlp/Fax : 091-22-2636879/H.P. : 091- 9820505019 E-mail : – Produk yang dibutuhkan : Wooden
Cottages, Bamboo, Restaurent &

M/s WWI Sourcing Pvt Ltd
Contact Person : Mr. Jimesh
Chhunchha, Soucing Manager Alamat : 403, 4th Floor, Satguru Krupa, Opp. Lokmanya Tilak Library, Mantri Lane, Malad (W), Mumbai-400064 Tlp/Fax : 091-22-42384567 (50 lines)/091-22-42384550/H.P. : 091- 9594148008 E-mail : jc-091@hotmail.com Website : www.wwisourcing.com
Produk yang dibutuhkan : Plywood,
Furniture, Hardware, Building
Construction item

M/s Shaan Cars Pvt Ltd
Contact Person : Mr. Inderpal Singh
Sawni, CEO Alamat : E-3, MIDC Area, Satpur, Nashik-7 Fax : 091-253-2350360/H.P. : 091- 9822501816 E-mail : sahni.inderpal@rediffmail.com
Produk yang dibutuhkan : Wooden Gouses, Rattan Furniture

M/s Mercury Chemicals
Contact Person : –
Alamat : 20-Chateau Close Hoppers, Crossing Victoria, Australia Fax : 061-431038559/H.P. : 061- 43103859 E-mail : ashok@mercurychemicals.
com Produk yang dibutuhkan : Furniture in Bulk for Australia

M/s Maxwell Industries Ltd
Contact Person : Mr. Kapil Pathare
Alamat : C-6, Road no. 22, MIDC, Opp Rote Andheri, Mumbai Tlp : 091-22-28257624 E-mail : kpathare@viporg.com Produk yang dibutuhkan : Furniture

M/s Vasant Agro Corporation
Contact Person : Mr. Ajay Vasant Rane Alamat : Jalgaon, Maharashtra H.P. : 091-9764314744 E-mail : ajayrane21@gmail.com Produk yang dibutuhkan : Organic inputs for agriculture, organic food

M/s Thakur & Associates
Contact Person : Mr. R. Thakur, CEO Alamat : Thakur House, 153-B, Suj Marg, Mumbai-400016 H.P. : 091-9323390868 E-mail : hakurgroup@hotmail.com Produk yang dibutuhkan : Furniture & Other Commodities

M/s Ayu Investment
Contact Person : Mr. Ashok Kothari Alamat : 275, Mapla Mahal, JSS Road, Girgaum, Mumbai 400004 Tlp/Fax : 091-22-23878477, 23854139/091-22-23825590/H.P. : 091- 9821025929 E-mail : ashokkothari5@hotmail.com Produk yang dibutuhkan : Furniture

M/s Artisan’s Approved House of
Contact Person : -Alamat : Agurchand Mansion 151, Mount Road, Chennai-600002 Tlp/Fax : 091-44-28460512/091-44-42156508
E-mail : artisanschennai@gmail.com Produk yang dibutuhkan : Furniture
Kontak Usaha

M/s M.J. Tradelink
Contact Person : Mr. Rajesh Majethya, Mr. J.R. Majethya Alamat : 6th, Anupam Industrial Estate No. 2, Off M.M. Malviya Road, Near
Telephone Exchange, Next to Max Motors, Mulund (W), Mumbai-400080 Tlp/Fax : 091-22-25905660, 22919484/H.P. : 091-9821345655
E-mail : mjtradelink@gmail.com Produk yang dibutuhkan : Furniture

M/s Ajanta Pharma Ltd
Contact Person : Mr. Pankaj More
Alamat : Ajanta House, Charkop, Kandvli (W), Mumbai-400067 Tlp/Fax : 091-22-66061600/H.P. : 091-77383831415 E-mail : pankaj.more@ajantapharma.com ; Website : www.ajantapharma.
Produk yang dibutuhkan : Furniture

M/s Aqua Designs India Pvt Ltd
Contact Person : Mr. J. Samapath Alamat : Off 200 Feet Road, Kolathur, Chennai-600099 Tlp/Fax : 091-44-37171717 # 789/091-
44-37171737/H.P. : 091-9500052664 E-mail : samapath@aquadesigns.in; Website : www.aquadesigns.in Produk yang dibutuhkan : Food product

M/s Ambira Empire
Contact Person : Ms. Aparna Acharjee,
Sales Executive
Alamat : 79, 100ft Road Vadapalani, Chennai-600026 Tlp/Fax : 091-44-23621818, 1986/091-44-23624708/H.P. : 091-9380661485
E-mail : ambicaem@md4.vsnl.net.in; smm@ambicaempire.com; sales@ambicaempire.com Website : www.ambicaempire.com
Produk yang dibutuhkan : Food product

M/s Ajantha Bakers
Contact Person : Mr. K. T. Sekhar Alamat : 73 (Old No. 35) Paper Mills Road, Perambur, Chennai-600011 Tlp/Fax : 091-44-26702201,2,
26702203/H.P. : 091-9840084011 E-mail : subhash@indiacake.com Produk yang dibutuhkan: Food product

M/s Vittal Cahew Industries
Contact Person : Mr. H. Sathish Kamath
Alamat : Opp. Little Flower Girls High School, Hosdurg, Kanhangad, Kasardod (Dist), Kerala-671315 Tlp/Fax : 091-467-2204548,348/091-
467-2205593/H.P. : 091-9447111548 E-mail : sales@vittalcashew.com Produk yang dibutuhkan : Food product

M/s. Sing Venture Foods Pvt Ltd
Contact Person : Mr. S. B.
Chandrashekaran Alamat : 18-B, D R R Avenue, Audco Nagar, Kattupakkam, Chennai-600056 Tlp/Fax : 091-44-64616467,68 E-mail : admin@singventure.com; Website : www.singventure.com
Produk yang dibutuhkan : Food product

M/s. Kingdom International
Contact Person : Mr. T. M. Raj Gopalan
Alamat : A.M. Building, Door No. 308. No,. 21/1,2 Babu Rajaendra prasath Ist Street, Chennai-600033 H.P. : 091-9600453168, 091-9865140379
E-mail : ramanankingdom@hotmail.com; rajakingdom@hotmail.com
Produk yang dibutuhkan : Food product

M/s. Oriental Kitchen (P) Ltd
Contact Person : Mr. Sushil
Alamat : 37, Greams Road, Chennai-600006 Tlp/Fax : 091-44-43111111, 42045154/H.P. : 091-9841728338 E-mail : sushil@orientalkitchen.in;
Website : www.orientalkitchen.in
Produk yang dibutuhkan: Food product

M/s. APBN Enterprise (P) Ltd
Contact Person : Mr. Prakash Ananthapadmanaban Alamat : #14, Indira Nagar, Peruthipattu PO Avadi, Chennai-600071 H.P. : 091-9043190562
E-mail : prakash.anantha@gmail.com; Website : www.apbnenterprises.co, Produk yang dibutuhkan : Food product

sumber :akses

Bill of Lading

Bill of LadingBill of Lading yang lebih sering disebut dengan B/L (baca: BL) adalah salah satu dokumen yang diperlukan dalam ekspor impor. Dimana dokumen ini dikeluarkan dan disahkan oleh pihak pelayaran.
Bill of Lading atau konosemen adalah dokumen pengangkutan barang yang di dalamnya memuat informasi lengkap mengenai nama pengirim, nama kapal, data muatan, pelabuhan muat dan pelabuhan bongkar, rincian freight (bila dicantumkan) dan cara pembayarannya, nama consignee (penerima) atau pemesan, jumlah B/L original yang dikerluarkan dan tanggal dari penandatanganan.
Atau lebih singkatnya adalah Surat perjanjian pengangkutan antara shipper(pengirim) / consignee (penerima) dengan carrier (pengangkut)
Data yang tecantum pada B/L adalah sesuai data yang dikirimkan oleh pihakshipper berdasarkan barang yang telah di masukkan ke dalam kontainer (stuffing). Sebagai pihak pelayaran, tentu mereka tidak dilibatkan dalam proses stuffing ini, karena itu dalam B/L selalu tercantumkan shipper load and count said to contain atau biasa disingkat dengan STC.

B/L mempunyai fungsi sebagai:
Tanda terima barang atau muatan. Yang menyatakan bahwa barang telah dimuat di atas kapal.
Dokumen pemilikan. Yang dapat digunakan untuk pengambilan barang di pelabuhan pembongkaran.
Kontrak pengangkutan. Kontrak perjanjian bahwa barang atau muatan akan dimuat di atas kapal hingga tempat tujuan.
Ada beberapa jenis B/L diantaranya adalah:
House B/L: B/L yang dikeluarkan oleh pihak forwarding (Apa itu forwarding, nanti akan dibahas lebih lanjut)
Through B/L: B/L yang dikeluarkan oleh pihak pelayaran dari POL (port of loading) sampai ke POD (port of discharges) meskipun melalui beberapa pelabuhan transit.
Combined Transport B/L: B/L yang meliputi pengangkutan barang dengan menggunakan lebih dari satu jenis alat transportasi. Dokumen ini menyebutkan berbagai operator transportasi (pengangkut) yang akan mengambil barang di tepat muat pengapalan dan membawanya ke tempat tujuan.
Ada banyak yang harus diisi dalam sebuah B/L. Mari kita bahas satu persatu.

1. Data customer. Terdiri dari:
a. Shipper : nama pengirim barang.
Bila pemilik asli dari barang memakai jasa forwarding, biasannya nama yang tercantum pada B/L ini adalah nama forwarding dan dari pihak forwarding sendiri akan mengeluarkan house B/L. Hal ini dilakukan oleh pihak forwarding agar pihak pelayaran tidak mengetahui siapa pemilik barang sebenarnya untuk menghindari pembajakan pemilik barang.
Hal ini terkadang terdengar ironi, karena peraturan pemerintah yang baru sekarang adalah manifest yang dikirim dalam bentuk flat file di bea cukai haruslah nama asli pemilik barang, sehingga bila forwarding mengeluarkan house B/L maka mereka akan membuat manifest sesuai house B/L mereka dan manifest tersebut dikirimkan ke pihak pelayaran untuk di kumpulkan kemudian dikirim ke bea cukai.
b. Cosignee : Nama penerima barang
Sering juga nama consignee diisi “To Order” dimana B/L yang tercantum nama ini bisa untuk diperjual belikan.
c. Notify Party : pihak yang harus dihubingi bila barang telah sampai di POD

2. Data transport. Terdiri dari:
Vessel : Nama kapal pertama yang mengangkut barang
Voy : voyage dari kapal
POL : port of loading adalah pelabuhan asal muat barang
POD: port of discharges adalah pelabuhan tujuan barang
Port of receipt adalah pelabuhan penerimaan barang kali pertama
Port of delivery adalah tempat tujuan barang

3. Data Kontainer terdiri nama kontainer dan nomor seal (kunci) kontainer.

4. Data Barang. Terdiri dari :
Marks & Number : mark dari barangnya
Description of goods: jumlah kemasan dan nama barangnya
Gross weight: berat kotor barang
Measurement: berat measurement
5. Nomor B/L yang ditentukan oleh pihak pelayaran
6. Term of Shipment : seperti CY/CY, CY/FO, CY/Door. Apa itu term of shipmentada baiknya dibahas lebih detail pada bahasan selanjutnya.
7. Term of Payment : cara pembayaran bisa Prepaid (bila ocean freight dibayar di pelabuhan muat) atau Collect (bila ocean freight dibayar di pelabuhan bongkar)
8. On board date, issued date, place of issued, signature
Contoh B/L bisa dilihat di sini
Pada setiap bagian belakang B/L terdapat peraturan dari B/L. Di Indonesia sendiri kebanyakan dari pelayaran mengacu pada Hague Rules. MengenaiHugue Rules sendiri akan membutuhkan satu bab tersendiri bila ingin dibahas satu persatu.
Atas dasar data B/L ini, pelayaran membuat flat file yang akan menjadi manifest untuk bea cukai.
Switch B/L- Biasa digunakan dalam perdagangan “Cross Trade” atau “Triangle shipment”
– Cross trade melibatkan tidak hanya pengirim (seller) dan pembeli (buyer), tetapi terdapat tiga atau lebih pihak yang terlibat dalam transaksi, misalnya trader B tidak menghendaki penjual (seller) atau pembeli (buyer) saling mengenal, hal ini ditujukan untuk melindungi kepentingan trader B, maka dilakukanlah switch B/L.
Part Off B/L
Sering juga disebut B/L LCL (less container load), dimana container yang sama digunakan untuk lebih dari satu B/L, dengan nama shipper sama dan nama consignee yang berbeda.
Sea Waybill
Sea waybill adalah tanda terima barang (Receipt for the Goods) yang dilengkapi dengan kontrak pengangkutan dengan shipping company (evidence of contract), dan cargo dapat diserahkan kepada penerima barang seperti yang tercantum, tanpa menunjukkan document original.
Perbedaan yang cukup significant dengan B/L adalah pada “document of title”, dimana seawaybill bukan merupakan “negotiable document” (Dokumen yang dapat diperdagangkan). Seawaybill biasa digunakan dalam pengiriman satu company yang berbeda cabang
Kehilangan B/L
Apa yang harus dilakukan bila kehilangan B/L:
Minta surat keterangan kehilangan dari Kepolisian (yang asli)
Minta diiklankan di media lokal selama 3 hari ,bahwa ada kehilangan B/L
B/L original akan diterbitkan lagi oelh pelayaran , dengan keterangan “RE-ISSUED”,
Back Date B/L
Tanggal yang tercantum dalam B/L adalah tanggal yang sesuai dengan tanggal keberangkatan kapal. Back date adalah mencantumkan tanggal B/L sebelum tanggal keberangkatan kapal. Hal ini biasanya dilakukan atas permintaan dari shipper karena tuntutan dari L/C (letter of credit). Back date B/L sebenarnya adalah penipuan., tapi tidak jarang pelayaran melakukan hal ini atas permintaan customer.
Semoga dengan postingan ini bisa menambah pengetahuan tentang dunia shipping mengingat sangat jarang buku tentang shipping yang beredar. Dan tidak semua perusahaan mau melakukan training terhadap karyawan baru.
Sumber: materi training.Surabaya, Juni 2011